Pengalaman kami pada Indonesia Brewer's Cup 2025/2026

Kini kami sudah kembali ke Bandung, dengan hati penuh dari pengalaman Final IBRC pertama kami. Setelah memilah foto-foto untuk diposting, kami mulai sadar — wah, ada jarak hampir empat bulan antara Otten Bandung Regionals dan Indonesia Brewers Cup 2025/2026. Gak kerasa ya.
Kami memutuskan untuk menulis postingan ini karena kompetisi kopi pada dasarnya bersifat eksklusif, dan seringkali terkesan buram. Di Homage, kami selalu berbicara tentang "aksesibiltas", jadi rasanya kureng aja kalo tidak berbagi pengalaman kami. Harapan kami adalah orang lain dapat membaca ini dan merasa terinspirasi atau bahkan lebih siap untuk kompetisi.
Mengapa berkompetisi?
Baik atau buruk, berpartisipasi dalam kompetisi kopi tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun citra sebagai merek spesialty (bukan peselty ya, hehe). Tim Homage/Pullo mungil sekali dan energi kami terbatas, jadi daripada menjalankan iklan, membuat podcast, atau mengunggah postingan super-rapi di sosmed, sepertinya lebih baik kompetisi aja.
Alasan lainnya: kami telah mengikuti even WCC selama bertahun-tahun. Setiap musim baru membawa inovasi seru dari para barista di seluruh dunia, dan dari dulu kami ingin sekali menjadi bagian dari momentum kolektif tersebut. Itulah mengapa kami sangat bersyukur berhasil mencapai final Indonesia Brewers Championship musim 2025/2026.
Biji kopi apa yang kalian gunakan?
Dalam open service preliminary, kami gunakan 15 gram geisha Panama dari tiga perkebunan berbeda dengan rasio 2:1:1.
Finca Deborah Natural
Finca Nuguo Washed
Finca Sophia Natural
Pada open service final, kami menggunakan 17 gram geisha Panama dengan rasio 1:1:1:1. Ini adalah kesempatan one shot one kill karena kami hanya memiliki green bean 100 gram Finca Nuguo Washed— cukup untuk diseduh dua kali (untuk tasting notes dan tweak2 minor) dan sisanya untuk disajikan kepada para judges.
Berapa banyak green bean yang kalian punya dari awal?
Sejak awal, kami tidak punya luxury (ataupun budget, haha) untuk mencari berbagai-macam opsi compete. Kami lega dan bersyukur karena persediaan super terbatas kami bisa mengantar kami sampe peringkat ke-4.
Inilah beans yang kami punya sebelum kompetisi:
Finca Deborah Washed Aril 1KG dari Stefan (Two Hands Full)
Finca Nuguo Washed 100gr (dibeli dari NiR) diroasting di Ikawa yang dipinjamkan kepada kami oleh Everjoy Cafe.
Finca Nuguo Natural 1KG, yang kami beli tahun lalu. Sebagian sudah diroasting dan kami memasuki musim nasional dengan hanya 500 gram untuk disangrai.
Finca Sophia Natural 1KG juga dibeli tahun lalu. Sebagian juga sudah diroasting dan kami memasuki musim nasional dengan 500 gram GB.
Siapa yang memanggang biji kopinya?
Tentu tidak lain dan tidak bukan Alif Rizky~ Roasting sendiri, seduh sendiri!
Biji kopi untuk open service diroasting dalam waktu sekitar 7 menit dengan hanya 5% DTR untuk memaksimalkan fase enzimatik dan meminimalkan fase sugar browning. Sebagian besar kopi diroasting menggunakan Rubasse, tapi Nuguo Washed diroasting pakai Ikawa.
Air apa yang Anda gunakan?
Kami menggunakan 30 PPM untuk dua tuangan pertama dan 10 PPM air untuk tuangan terakhir. Air open service kami bikin sendiri menggunakan Amidis plus Aqua Code plus sedikit mineral Apax Lab. Semua air yang kami gunakan untuk open service di-Wave selama minimal sepuluh menit di homestay kami (kemudian dibawa ke venue dalam thermos). Waved adalah teknologi yang memperkuat ikatan molekul di dalam air, memungkinkan ekstraksi yang lebih efisien bahkan dengan PPM yang relatif rendah.
Bantuan apa yang Anda terima?
Fakhri (@fakhrimurad) memberikan masukan dan penilaian jujur tentang script dan kualitas kopi kami, dari tingkat regional hingga nasional. Fakhri berhasil mengantar kami kepada final pertama kami di tingkat nasional, dan untuk itu kami ingin ucapkan terima kasih seribu, sejuta kali.
Gemi Hendry (@gemi_coffee) bersedia mengantar kami dari Bandung ke ICE BSD dan juga sebaliknya, dan juga memberikan emotional support yang sangat kami butuhkan. Kami sangat beruntung memiliki beliau di tim kami.
Jhon Christopher (@jhonrchristhoper) sharing banyak ilmu dan juga meminjamkan kami satu timbangan Timemore Duo untuk open service.
Salah satu timbangan Timemore Duo kami mati di pagi hari preliminaries. Untungnya, Ko Benny (@bennylovescoffee @timemore.id) ada stock di booth Timemore miliknya.
Terima kasih banyak kepada Ko Budi (@ytta.curate) atas early access Rock ‘n Dew carafe dari Dragonfly Design Center. Dari awal rilis, kami sangat ingin menggunakan carafe ini untuk berkompetisi, dan Ko Budi berhasil mewujudkan impian kami.
Adin dan Iki — dua anggota kru kami, membantu kami menyiapkan berbagai peralatan sebelum dan sesudah kompetisi. Terima kasih udah begadang dan juga bangun super pagi untuk mendampingi kami. Tanpa kalian, mungkin kami bahkan gak bisa kompetisi.
Ko Handy, Ko Ray, dan Everjoy Cafe dengan baik hati meminjamkan kami Ikawa yang kami gunakan untuk roasting kopi Nuguo Washed. Terima kasih juga kepada Ray yang memperkenalkan kami kepada Gabriel Glas Gold saat kami sibuk mencari gelas Riedel.
Ko Stefan (@stefansetiadi) membantu kami sourcing kopi Panama yang akhirnya menjadi bagian besar dalam blend yang kami gunakan.
Choo Wee Ang membantu kami membeli gelas wine Gabriel-Glas yang kami gunakan saat open service dan memastikan gelas-gelas itu tiba dengan selamat di tangan Alif.
Gary Ong dan tim Waved (@waved.tech) menciptakan teknologi yang benar-benar inovatif, dan kami bangga sekali menjadi Wavemaker.
Tanpa tim kopi NiR (@nircoffee.id), kami gak mungkin bisa mendapatkan Rubasse yang kami gunakan untuk roasting geisha-geisha floral. Tanpa teknologi Near Infrared Rubasse, kopi-kopi low enzymatic volatile ini tidak akan ada, hehe. Mereka juga meluangkan waktu untuk menyaksikan prelims dan final kami, serta memberi kami harapan dan dukungan yang sangat kami syukuri.
Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para juri dan tim acara yang luar biasa. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua teman-teman kompetitor yang telah membuat musim ini begitu menyenangkan dan kompetitif. Kalian semua menginspirasi kami untuk menjadi lebih baik. Ryan, semoga sukses di Belgia tahun depan!